Dilihat

Rabu, 09 Oktober 2019

Hujan Dan Segala Kenangan Bersama

It's Poetry

Ku tak tahu kapan mulai mengenalnya
Kapan pertama kali merasakan sentuhannya
Bulir-bulir itu memberikan sensasi kegembiraan dikala jatuh menyentuh tubuh
Aroma petrikor merebak kala ia datang
Aroma yang aku suka tentu saja
Sepertinya aku telah berkenalan dengannya sejak masih dirahim ibunda

Aku putri hujan katanya
Kepedulianku pada kehadirannya benar-benar mengangkasa
Berkisah ibunda ketika aku dirahimnya
Tak ada yang beliau senangi saat turun hujan selain menyentuh airnya
Merasakan basah dan aroma khas saat langit diperintahkan untuk memberi berkah pada bumi
Dihari ketika ibunda mengantarkanku kedunia ini hujan pun turun merayakan kehadiranku

Tak mungkin aku melupakannya
Saat terakhir bersama ibunda dibangsal itu
Tarikan napas perpisahannya
Tangisanku yang menganak sungai
Menjadi cerita disertai gemericik turunnya
Saat mengantarkan ibunda ketempat peristirahatan terakhir
Langit seakan mengutus hujan untuk menjadi penghapus airmataku

Malam itu hujan kembali menjadi saksi
Lelaki impian hadir dalam hidupku
Mengetuk pintu hati untuk masuk membersamai disana setelah akad itu
Kuingat basah kuyup tubuhnya demi merelakanku bernaung dibawah jaket kulit cokelat
Bukan suatu kesengajaan semata
Apalah daya aku terpuruk dalam tangis dipersimpangan jalan

Hujan hadir merekam hampir setiap episode hidupku
Dan aku memang terbiasa dengan hadirnya
Saat turun kubiarkan ia menjadi pemutar kenanganku
Saat sedih, saat gembira aku tahu ia diutus Tuhanku untuk menemani

Oleh: Mardha Umagapi
Ditulis di Subaim Halmahera Timur

26 komentar:

  1. Aduh, kok bagus ya puisi mbak. Puisiku amburadul kayaknya.

    BalasHapus
  2. Kak.. Sabar ya....
    Jd terharu gmana gitu bacanya

    BalasHapus
  3. Kok keren sih kak 😍

    Sesama pecinta hujan... tosss 💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru belajar buat puisi ini mbak 😂
      Toss 🖐️

      Hapus
  4. Keren kak puisinya.

    Apakabar puisiku? 😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mbak, aku juga baru pertama buat puisi

      Hapus
  5. Aq suka puisinya diksinya keren

    BalasHapus
  6. Bagus ,puisinya....aku suka mb

    BalasHapus
  7. Bagus ,puisinya....aku suka mb

    BalasHapus

Berusaha Mengendalikan Hawa Nafsu: Tadabbur An Nazi'at Ayat 40-46

  Ciri-ciri Penghuni Surga 1. Takut pada Allah 2. Mengendalikan hawa nafsu 3. Terlibat dalam dakwah وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَ...