Senin, 07 Oktober 2019

Nasihatilah Saudaramu Pada Tempatnya, Jangan di Ruang Publik



Catatan Sebuah momentum

Era informasi memberikan ruang untuk bersosialisasi bukan hanya dengan bertemu langsung. Bersosialisasi saat ini bisa dilakukan secara maya diberbagai aplikasi media sosial.

Karena medsos adalah ruang publik, jadi bukan tidak mungkin, hal-hal yang biasa terjadi ketika bertemu langsung dapat juga terjadi di dunia maya ketika daring. Termasuk perkara nasehat menasehati.

Menilik kembali kebiasaan nasehat menasehati melalui komentar di postingan. Banyak ditemui ketika seseorang mengirimkan sebuah postingan di wall atau feed nya terutama terkait dengan hal yang personal. Tak jarang akan banyak komentar yang dilayangkan, ada yang sepakat dan ada yang tidak sepakat kemudian menyampaikan nasihat untuk memperbaiki atau mengubah cara pandang.

Sah-sah saja untuk berkomentar, namun yang seharusnya diingat bahwa untuk menasehati kita punya adab dan etika. Meskipun kata bijak mengatakan "Nasehat itu seperti obat, pahit namun menyembuhkan". Tetapi sebaiknya pahit itu hanya dirasakan oleh dia diruang khusus penuh rasa persaudaraan. 

Karena karakter orang dalam menerima nasehat itu berbeda-beda, ada yang lapang dada dan ada yang merasa berat. Maka sudah seharusnya menasehati di ruang publik bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan.

"Siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu"
(Imam Syafi'i).

Oleh: Mardha Umagapi
Ditulis di Subaim Halmahera Timur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar